Suaraindo.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah mengumumkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun fiskal 2025, yang akan dijalankan oleh pemerintahan Prabowo Subianto yang terpilih pada periode 2024-2029. Presentasi rancangan ini berlangsung dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-17 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2023-2024, bertujuan untuk mendiskusikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal untuk tahun anggaran yang akan datang, pada Senin, 20 Mei 2024.
Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ada koordinasi intens dengan tim yang ditunjuk oleh Prabowo Subianto untuk memastikan bahwa transisi kebijakan berjalan mulus. “Kita terus berkomunikasi dengan dengan tim maupun orang-orang yang ditunjuk oleh Pak Prabowo. Sehingga apa yang kita tuangkan akan bisa sedapat mungkin memasukkan seluruh aspirasi sehingga pemerintah baru programnya dan prioritas pembangunannya tetap bisa berjalan tanpa harus menunggu waktu,” ucapnya setelah rapat di Gedung Parlemen.
Dalam rancangan APBN 2025, terdapat alokasi dana besar untuk empat program prioritas, yaitu infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial, dengan total anggaran sekitar Rp 1.906,4 triliun. Sri Mulyani menjelaskan, “Melalui infrastruktur yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, daya saing, efisiensi sistem logistik, dan mendorong mobilitas serta produktivitas. Untuk mendukung penguatan infrastruktur tersebut, anggaran infrastruktur pada tahun 2025 berkisar Rp 404,2 triliun sampai dengan Rp 433,9 triliun.”
Untuk sektor pendidikan, pemerintah mengarahkan anggaran untuk mendukung berbagai inisiatif yang meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, mulai dari peningkatan gizi anak sekolah hingga penguatan kualitas tenaga pengajar. “Berbagai program unggulan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses, kualitas, dan dapat menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha atau link and match. Untuk mendukung penguatan mutu pendidikan tersebut anggaran pendidikan pada tahun 2025 diperkirakan berkisar Rp 708,2 triliun sampai dengan Rp 741,7 triliun,” terang Sri Mulyani.
Adapun dalam sektor kesehatan, alokasi anggaran bertujuan untuk mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengurangi stunting, dan penguatan fasilitas kesehatan. “Di sisi lain, anggaran kesehatan juga diarahkan untuk akselerasi penurunan stunting dan kasus penyakit menular, penguatan fasilitas kesehatan, serta penambahan bantuan gizi bagi balita dan ibu hamil. Untuk mendukung kualitas kesehatan tersebut, anggaran kesehatan tahun 2025 diperkirakan berkisar Rp 191,5 triliun hingga Rp 217,8 triliun,” ujarnya.
Terakhir, untuk program perlindungan sosial, pemerintah mengarahkan dana untuk mempercepat pengurangan kemiskinan dan kesenjangan antardaerah, dengan fokus pada pemberdayaan dan perlindungan sosial sepanjang hayat. “Melalui berbagai program unggulan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perlinsos dalam mengurangi beban kebutuhan pokok, meningkatkan pendapatan, serta memutus rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Anggaran Perlinsos pada tahun 2025 berkisar Rp 496,9 triliun sampai dengan Rp 513,0 triliun,” kata Sri Mulyani.