Suaraindo.com – Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 berhasil menangkap Yantis Murib alias Nosin Murib, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang telah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Yantis Murib ditangkap di Sentani, Jayapura, pada Jumat (31/1/2025). Ia diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap seorang warga sipil di Ilaga, Papua Tengah, pada 2024.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengonfirmasi bahwa Yantis Murib merupakan bagian dari kelompok yang dipimpin oleh Jeki Murib alias Papuanus alias Kasuari. “DPO KKB Yantis Murib diketahui beralamat di Kampung Pinggil/Eronggobak, Kabupaten Puncak. Ia telah lama menjadi target operasi karena keterlibatannya dalam berbagai aksi kekerasan di Papua,” ujar Faizal dalam keterangan persnya, Sabtu (1/2/2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan, Yantis Murib memiliki peran penting dalam serangan bersenjata terhadap warga sipil di Ilaga pada 2024. Insiden tersebut menyebabkan seorang warga bernama Suherman mengalami luka tembak di bagian kaki. “Dalam aksi penembakan itu, Yantis Murib berperan sebagai pembawa motor sekaligus membawa senjata revolver,” jelas Faizal. Selain menangkap tersangka, tim Satgas juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya KTP milik tersangka, Dompet dan tiket pesawat, Kalung manik-manik dan noken, Sejumlah uang tunai.
Penangkapan ini merupakan bagian dari upaya Satgas Damai Cartenz-2025 dalam menekan aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Papua. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan segera melaporkan setiap potensi gangguan kepada aparat keamanan. “Mari kita jaga Papua agar tetap damai dan pastikan para pelaku yang tertangkap dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ujar Yusuf.
Operasi Damai Cartenz-2025 terus berupaya menindak kelompok kriminal bersenjata yang mengancam keamanan warga Papua. Aparat keamanan juga meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan untuk mencegah aksi kekerasan serupa di masa mendatang.