Tim Polda Jambi bersama TNI dan instansi terkait lainnya menggiring alat berat keluar dari lokasi penambangan ilegal di wilayah Sarolangun
Tim Polda Jambi bersama TNI dan instansi terkait lainnya menggiring alat berat keluar dari lokasi penambangan ilegal di wilayah Sarolangun

Polda Jambi Keluarkan 34 Alat Berat dari Lokasi Tambang Ilegal

Suara Indo, Jambi – Tim gabungan Polda Jambi bersama dengan TNI serta instansi terkait menggiring 34 alat berat keluar dari lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sarolangun. Hal itu sebagai upaya persuasif dalam mencegah rusaknya lingkungan dampak dari PETI.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto mengatakan, keluarnya alat berat merupakan hasil dari kesepakatan antara pihak Kepolisian dengan masyarakat Kecamatan Limun, pemilik dan penanggung jawab alat berat yang bekerja di lokasi PETI Hutan APL.

“Kemarin, di Loby Hotel Golden telah dilaksanakan penggalangan antara pemilik alat dengan Kasubdit Ekonomi Ditintelkam Polda Jambi AKBP Andi M Ichsan dan Kasat Intelkam Polres Sarolangun Iptu Jabidi, beserta anggota,” kata Kombes Pol Mulia, Selasa (9/2).

Kombes Pol Mulia menjelaskan, rencananya semula alat berat yang akan keluar dari dua lokasi yaitu di lokasi Sepanjang Aliran Batang Limun dan Hutan APL. Namun, pemilik alat berat yang beraktivitas PETI disepanjang aliran sungai Batang Limun sebanyak 24 unit dan 10 unit alat berat yang beraktivitas PETI dihutan APL tidak juga keluar dari lokasi.

“Kesepakatan yang dicapai adalah semua Alat berat yang beraktivitas PETI diwilayah Desa Lubuk Bedorong (Sepanjang Aliran sungai Batang Limun dan Hutan APL) sebanyak kurang lebih 34 unit akan keluar dari lokasi. Pada Senin (8/2) alat berat sudah berada di Dusun Merukam, Desa Panca Karya, Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun,” jelas Kombes Mulia.

Ditegaskan Kombes Mulia, 23 alat berat sudah keluar dari sungai batang limun dan sekarang sudah berada dirumah masing-masing warga.

“Hari ini keluar 11 unit dari lokasi hutan Lubuk Bedorong bagian tengah dikarenakan faktor cuaca yang mengakibatkan air sungai tinggi sehingga tidak dapat diseberangi oleh alat berat,” ujarnya.

Dikatakan Kombes Mulia, rencana pengeluaran alat berat yang semula akan dikeluarkan serentak hari Minggu (7/2), tetapi dibagi dalam dua hari, yakni Minggu (7/2) dan Senin (8/2).

“Karena alat berat kurang lebih 11 unit di lokasi Peti Hutan APL bisa sampai di luar Desa Lubuk Bedorong butuh waktu dua hari untuk keluar dari lokasi,” pungkasnya. (br)

Tentang Candra Dinata

Harap cek kembali

Bareskrim Polri Hentikan Penyidikan Kasus 6 Laskar FPI

Suaraindo.com, Jakarta-Bareskrim Polri resmi menghentikan kasus dugaan penyerangan Laskar FPI kepada polisi di Tol Jakarta-Cikampek …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *