Menu

Mode Gelap
Tegas, Menkominfo Minta Elon Musk Buat NOC di Indonesia Indonesia Siap Hadapi La Nina Pasca-El Nino Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit Presiden Jokowi Inisiasi Empat Hal dalam World Water Forum Bahas RAPBN 2025 dengan DPR, Sri Mulyani Pastikan Transisi Kebijakan Berjalan Mulus

Teknologi · 31 Mar 2024 07:46 WIB ·

Percepat pengembangan kecerdasan buatan, China bangun Pusat Inovasi AI


 Percepat pengembangan kecerdasan buatan, China bangun Pusat Inovasi AI Perbesar

Suaraindo.com – Model besar kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang diwakili oleh ChatGPT, memimpin gelombang baru pengembangan teknologi AI global, dengan penelitian baru terkait dan munculnya beragam produk-produk baru.

Baru-baru ini, kemunculan Sora, model AI yang mampu menciptakan adegan realistis dan imajinatif dari instruksi teks, juga telah kembali menarik perhatian pada AI.

Teknologi AI merupakan kekuatan pendorong yang signifikan untuk produktivitas baru. Dalam beberapa tahun terakhir, China sangat mengutamakan pengembangan AI sehingga banyak tempat telah memperkenalkan serangkaian langkah untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut, yang menghasilkan perkembangan teknologi dan industri AI yang pesat.

Teknologi seperti pengenalan wajah, pengenalan suara, robot cerdas, realitas virtual (virtual reality/VR), kendaraan swakemudi, banyak digunakan dalam kehidupan sosial China, yang mencakup berbagai bidang seperti pendidikan, perawatan medis, ilmu pengetahuan dan teknologi, logistik, pertanian, hiburan. Sejumlah perusahaan backbone terkemuka pun berkembang pesat.

Guna mendukung pengembangan AI, pemerintah China telah memperkenalkan sejumlah kebijakan penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi ilmiah, mendorong penerapan dan pengembangan industri, mengoordinasikan peningkatan inovasi skenario AI, serta berfokus pada pemecahan masalah penerapan dan industrialisasi utama.

Menurut Perencanaan Pengembangan Generasi Baru Kecerdasan Buatan (Development Planning for a New Generation of Artificial Intelligence), pada 2030, teori, teknologi, dan penerapan AI di seluruh dunia akan mencapai level maju secara umum.

China bertekad menjadi pusat inovasi AI utama di dunia. Dan skala industri inti AI akan menembus satu triliun yuan yang akan mendorong skala industri terkait melampaui 10 triliun yuan.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kota di China telah mempercepat integrasi sumber daya inovasi untuk memanfaatkan peluang pengembangan AI, mendorong pembuatan sistem teknologi independen AI, dan pengembangan industri.

Beijing merupakan daerah dengan sumber daya talenta AI yang terkonsentrasi, kemampuan litbang dan inovasi yang kuat, serta iterasi produk yang aktif di China.

Menurut laporan yang dirilis oleh Institut Strategi Pengembangan Kecerdasan Buatan Generasi Baru China (Chinese Institute of New Generation Artificial Intelligence Development Strategies/CINGAI), dari sekitar 2.200 perusahaan AI di negara itu, Beijing menyumbang sekitar 28 persen, menempati urutan pertama di antara semua provinsi dan kota di negara itu.

Beijing saat ini memiliki 122 tim inovasi model besar, menempati peringkat pertama di China dan mencakup sekitar separuh dari jumlah tim terkait di negara itu, menurut laporan resmi dari Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kota Beijing.

Tahun lalu, Beijing merilis sebuah rencana terperinci untuk mendorong pengembangan AI. Menurut rencana tersebut, skala industri inti AI Beijing ditargetkan mencapai 300 miliar yuan pada 2025, mempertahankan pertumbuhan lebih dari 10 persen, yang pada dasarnya menjadi sumber inovasi AI dengan pengaruh global.

Saat ini, Beijing sedang mempercepat penyusunan teori dasar frontier dan teknologi inti utama AI.

Pada saat yang sama, provinsi dan kota lainnya seperti Guangdong, Shanghai, Jiangsu, Anhui, dan Sichuan juga memanfaatkan peluang AI dan melakukan kerja sama erat dalam teknologi terkait. Misalnya, Kota Shenzhen berencana membangun zona percontohan pengembangan inovasi nasional dan zona percontohan penerapan inovasi untuk AI.

Langkah-langkah khusus akan diterapkan untuk mendukung pengembangan AI sebagai proyek ilmiah dan teknologi utama, termasuk meneliti dan mengembangkan produk inovatif berdasarkan teknologi arus utama internasional, meningkatkan teknologi utama dan kemampuan inovasi produk.

Shanghai juga mempercepat peningkatan pengembangan industri AI yang berkualitas tinggi dan kini giat mengembangkan ekologi inovasi model besar. Saat ini, kota tersebut memiliki lebih dari 20 model besar yang lulus audit dan catatan pemerintah daerah.

Selain itu, ruang ekologi inovasi penerapan industri model besar telah beroperasi kurang dari setengah tahun, menarik hampir 60 perusahaan menetap, ungkap seorang pejabat dari Komisi Ekonomi dan Informatika Kota Shanghai belum lama ini.

Total skala industri inti AI di China telah mencapai 500 miliar yuan, dan jumlah perusahaan terkait telah melampaui 4.300, menurut sumber dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China.

“Sebagai teknologi strategis yang memimpin babak baru revolusi ilmiah dan teknologi serta perubahan industri, teknologi AI akan sangat mendorong integrasi mendalam antara teknologi digital dan ekonomi riil, membangun industri baru, model baru, dan momentum baru,” ujar Liu Qingfeng, Chairman iFlytek.

Dalam pandangannya, China saat ini telah membentuk keunggulan komparatif dengan daya saing internasional di bidang model besar suara dan model besar medis.

Namun, sejumlah pakar mengungkapkan bahwa masih ada kesenjangan antara China dan beberapa negara lain dalam hal algoritme dasar, perangkat keras dan perangkat lunak utama, serta ekosistem di bidang ini.

Komunitas ilmiah dan teknologi serta industri masih harus bekerja sama untuk mendorong pengembangan teknologi dan perubahan industri di masa depan, termasuk mempercepat pengembangan ekosistem inovasi terbuka model besar dan mempromosikan pengembangan talenta inovatif terbaik.

China memiliki pasar yang luas untuk penerapan AI, namun masih lemah dalam hal teknologi dasar dan talenta, menurut Dai Qionghai, Chairman Asosiasi Kecerdasan Buatan China (Chinese Association for Artificial Intelligence/CAAI) yang juga merupakan profesor di Universitas Tsinghua.

“Kita harus memperdalam pelatihan para talenta AI dan penelitian dasar serta memperkuat inovasi orisinal dalam hal kebijakan, mekanisme, dan investasi,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tegas, Menkominfo Minta Elon Musk Buat NOC di Indonesia

20 May 2024 - 18:01 WIB

Luhut Klaim Starlink Lebih Murah Ketimbang Layanan Internet Lain

17 May 2024 - 23:41 WIB

OpenAI Akan Saingi Google, GPT 5 Search Engine Baru?

13 May 2024 - 14:41 WIB

Sepak Terjang Starlink Elon Musk di Indonesia

13 May 2024 - 14:26 WIB

Warren Buffet, AI “Jin” Keluar dari Botol

10 May 2024 - 14:16 WIB

Kendaraan Canggih Diuji Coba di IKN pada Juli 2024

5 May 2024 - 21:47 WIB

Trending di Teknologi