Tim gabungan Polres Dharmasraya menggerebek tambang emas ilegal dan menangkap lima tersangka serta menyita alat berat dan merkuri
Tim gabungan Polres Dharmasraya menggerebek tambang emas ilegal dan menangkap lima tersangka serta menyita alat berat dan merkuri

Pakai Alat Berat dan Merkuri, 5 Penambang Emas Ilegal di Dharmasraya Ditangkap

Suaraindo.com, Dharmasraya – Tim Opsnal Satreskrim Polres Dharmasraya melakukan penggerebekan di lokasi tambang emas ilegal dalam skala besar yang menggunakan alat berat dan air raksa (merkuri) di kawasan Sungai Munggeh Koto Besar IV, Nagari Koto Besar, Kecamatan Koto Besar, Selasa (12/1).

Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan lima orang, yang terdiri dari dua orang warga Dharmasraya yaitu berinisial Ir (46) dan S (37).

Sedangkan tiga pelaku lainnya berinisial MRS (43), M (46) dan N (45) merupakan warga Jambi. Kelima pelaku dalam menjalankan kegiatan tambang emas ilegal memiliki peran berbeda, mulai operator alat berat hingga pendulang.

Baca Juga : 2 Penambang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan, 2 lagi Hilang

Selain menangkap lima orang, petugas juga menyita barang bukti berupa satu unit ekskavator merk Hitachi dan satu botol mekuri. Petugas juga menyita tiga unit mesin dompeng, karpet warna hijau, dua buah karpet asbuk warna hijau, alat dulang, pipa paralon, selang spiral dan satu buah engkol mesin dompeng.

“Tim gabungan Satreskrim Polres Dharmasraya dan unit Reskrim Polsek Sungai Rumbai dan Polsek Koto Baru mengamankan lima orang tersangka penambangan tanpa izin,” kata Kapolres Dharmasraya, AKBP Aditya Galayudha Feridansyah didampingi Kasat Reskrim AKP Suyanto, Rabu (13/1).

AKBP Aditya menjelaskan, usai mendapatkan informasi terkait adanya penambangan emas illegal, pihaknya menemukan satu unit alat berat ekskavator yang sedang beroperasi bersama lima orang pekerja. Selain itu, petugas juga menemukan merkuri yang menurut pengakuannya tersangka digunakan untuk aktivitas penambangan emas ilegal tersebut.

“Kita masih melakukan pendalaman. Diduga mereka sudah melakukan kegiatan ilegal ini sejak beberapa bulan belakangan. Penegakan hukum terhadap aktivitas tambang emas ilegal ini akan terus kita gencarkan. Mengingat perbuatan mereka itu sudah sangat merusak lingkungan, sehingga membuat masyarakat resah,” tegas AKBP Aditya.

Menurutnya, pelaku telah melakukan Tindak Pidana Penambangan Tanpa Izin, sebagaimana dalam pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020, tentang Perubahan atas UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara Jo Pasal 55 KUH Pidana dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun.

“Saat ini tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolres Dharmasraya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kita juga meminta kepada masyarakat untuk terus memberikan informasi jika menemukan adanya tambang-tambang emas ilegal lainnya. Pasti akan kita tindak, ” pungkasnya. (br)

Tentang Yusran Maulana

Harap cek kembali

Baku Tembak, Dua Anggota MIT dan Satu Prajurit TNI Tewas

Suaraindo.com, Sulteng- Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya terlibat baku tembak dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *