Menu

Mode Gelap
Pemprov DKI Buka Lowongan 1.700 Guru KKI Bulan Agustus 2024 Telkom Luncurkan Platform IoT Antares untuk Energi Berkelanjutan di Industri Manufaktur Tel Aviv Diserang Drone Houthi, Menewaskan Satu Orang dan Melukai Empat Lainnya Adhi Karya Masuk Indeks PEFINDO i-Grade, Tunjukkan Komitmen dan Kinerja Unggul BRI Jalin Kerjasama Strategis dengan PP Muhammadiyah untuk Layanan Perbankan Terbaik

Nasional · 10 Jun 2024 16:30 WIB ·

OJK : Geopolitik Memanas, Ekonomi Indonesia Diramalkan Stabil


 OJK : Geopolitik Memanas, Ekonomi Indonesia Diramalkan Stabil Perbesar

Suaraindo.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyatakan bahwa sektor jasa keuangan di Indonesia tetap stabil meskipun dihadapkan pada situasi geopolitik yang tegang dan perang dagang yang meluas. Menurut Mahendra, stabilitas ini didukung oleh modal yang kuat dan likuiditas yang memadai di sektor keuangan. “Perang dagang meningkat akibat perang tarif dan beberapa negara, seperti Amerika Latin dan terhadap Tiongkok baik produk green dan besi baja,” jelas Mahendra dalam rapat di OJK pada Senin (29/6/2024).

Lebih lanjut, Mahendra mengomentari kondisi global, dimana tekanan inflasi di Amerika Serikat dikatakan mereda, yang didorong oleh moderasi dalam pasar tenaga kerja serta kinerja positif dari sektor riil yang berdampak pada pasar keuangan global. Dia juga menyebut bahwa otoritas moneter di Eropa diperkirakan akan mengambil pendekatan yang lebih akomodatif untuk mendukung ekonomi di tengah inflasi yang rendah.

Di Asia, khususnya China, Mahendra menyoroti respons pemerintah terhadap perlambatan ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter. “Bank sentral China mengambil langkah akomodatif sejalan dengan pemerintah yang menerbitkan insentif fiskal agresif, disertai special loan 1 triliun yuan atau sekitar US$ 138 miliar,” ucap Mahendra.

Perekonomian domestik Indonesia sendiri, menurut Mahendra, menunjukkan pertumbuhan yang impresif di kuartal pertama tahun 2024, dengan angka pertumbuhan sebesar 5,11%, yang melampaui ekspektasi pasar. Ia mengaitkan keberhasilan ini dengan peningkatan pengeluaran pemerintah dan lembaga non-profit serta konsumsi rumah tangga yang kuat. “Ini sejalan dengan periode Pemilu, kebijakan kenaikan gaji dan pembayaran THR ASN pensiunan serta periode Ramadan,” tambah Mahendra, menegaskan korelasi antara kebijakan pemerintah dan performa ekonomi yang kuat.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemprov DKI Buka Lowongan 1.700 Guru KKI Bulan Agustus 2024

21 July 2024 - 17:42 WIB

Telkom Luncurkan Platform IoT Antares untuk Energi Berkelanjutan di Industri Manufaktur

21 July 2024 - 17:01 WIB

Adhi Karya Masuk Indeks PEFINDO i-Grade, Tunjukkan Komitmen dan Kinerja Unggul

21 July 2024 - 16:43 WIB

BRI Jalin Kerjasama Strategis dengan PP Muhammadiyah untuk Layanan Perbankan Terbaik

21 July 2024 - 16:40 WIB

Kereta Api Tanpa Rel Dijadwalkan Tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) Pada Akhir Juli 2024

13 July 2024 - 23:25 WIB

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Resmikan 2 Kapal Perang Indonesia Buatan Dalam Negeri

12 July 2024 - 19:17 WIB

Trending di Nasional