Menu

Mode Gelap
TikTok dan ByteDance Ajukan Tuntutan untuk Batalkan Aturan Penjualan oleh Pemerintah AS Trump Selamat, Pelaku dan Seorang Peserta Kampanye Tewas Trump Ditembak saat Kampanye di Pennsylvania Kereta Api Tanpa Rel Dijadwalkan Tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) Pada Akhir Juli 2024 Wakil Presiden Indonesia ke-10, Jusuf Kalla Bertemu Petinggi Hamas di Doha Qatar

Nasional · 20 Jun 2024 16:36 WIB ·

Mulai Dilanda Kemarau, Produksi Padi RI Rawan Anjlok


 Mulai Dilanda Kemarau, Produksi Padi RI Rawan Anjlok Perbesar

Suaraindo.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami musim kemarau panjang dari Juni hingga September 2024, dengan puncaknya pada Agustus. Tantangan cuaca ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan produksi padi di masa mendatang.

Berdasarkan surat BMKG perihal kesiap-siagaan kekeringan, maka musim kemarau di Indonesia diprediksi mulai bulan Juni sampai September 2024 dan puncaknya Agustus 2024,” ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (20/6/2024).

Saat ini, luas tanam padi di Indonesia telah menurun signifikan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), dari Oktober 2023 hingga April 2024, luas tanam padi turun sebesar 36,9%.

“Luas tanam padi pada masa tanam Oktober 2023 sampai April 2025 6,55 juta ha mengalami penurunan 3,8 juta ha atau 36,9%. Jika dibandingkan rerata periode yang sama 2015 sampai 2019 yaitu 10,3 juta ha,” jelas Amran.

Jika penurunan luas tanam ini berlanjut, Amran memperkirakan akan terjadi penurunan produksi padi.

“Penurunan luas tanam berpengaruh pada luas panen, dan pada gilirannya berdampak pada penurunan padi yang dihasilkan,” tambahnya.

Meskipun produksi padi hingga September 2024 masih dianggap aman, Amran mengakui ketidakpastian produksi untuk periode Oktober hingga Desember.

“Januari, Februari shortage (kekurangan) yang ditanam Pak Wandi, pasti kita kekurangan Januari, karena ditanam hanya 500.000 ha, kalau 1 juta baru kita aman. Jadi 3 bulan kita sudah tahu. Sampai sekarang kita aman, sampai September kita aman Insyaallah. Tetapi yang berbahaya Oktober, November, Desember karena belum tahu berapa kita mampu tanam,” ungkapnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kereta Api Tanpa Rel Dijadwalkan Tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) Pada Akhir Juli 2024

13 July 2024 - 23:25 WIB

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Resmikan 2 Kapal Perang Indonesia Buatan Dalam Negeri

12 July 2024 - 19:17 WIB

Indonesia Siap Luncurkan BBM Rendah Sulfur untuk Kurangi Polusi Udara

12 July 2024 - 15:00 WIB

Putus Generasi Sandwich, Ini Program OJK

8 July 2024 - 20:14 WIB

OJK Hadapi Tantangan Identifikasi Rekening Judi Online dengan Transaksi Kecil

8 July 2024 - 20:11 WIB

Smelter Nikel PT KFI di Kalimantan Timur Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Lokal

8 July 2024 - 20:08 WIB

Trending di Ekonomi