Menkopolhukam Mahfud MD

Menkopolhukam Diminta Tangani Rekomendasi Komnas HAM

Suaraindo.com – Presiden Jokowi memerintahkan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD untuk menyelesaikan masalah kematian 6 laskar Front Pembela Islam (FPI).

Jokowi meminta penanganan kasus kematian keenam laskar ditangani secara transparan.

“Tadi presiden sesudah bertemu lama dengan beliau-beliau bertujuh ini lalu ajak saya bicara yang isinya itu berharap dikawal agar seluruh rekomendasi yang dibuat oleh Komnas HAM itu ditindaklanjuti, tidak boleh ada yang disembunyikan,” kata Mahfud dalam konferensi pers di kantor Polhukam, Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Mahfud pun menyampaikan sejumlah temuan Komnas HAM seperti tindakan unlawful killing yang dilakukan di mobil. Kemudian ada senjata rakitan hingga senjata tajam yang dibawa oleh kelompok sipil hingga kesimpulan Komnas HAM bahwa kematian keenam laskar tidak akan terjadi jika aparat tidak dipancing dengan cara menghalang-halangi kendaraan aparat.

Baca Juga : Presiden : Antisipasi Dana Terorisme dan Pencucian Uang

Ia pun menyinggung soal komando yang terjadi agar ada insiden pepet hingga putar-putar yang berujung kepada kematian keenam laskar.

Menkopolhukam menegaskan, semua temuan tersebut akan ditangani aparat dan dibuka di pengadilan.

“Nanti kita ungkap di pengadilan dan kita tidak akan menutup-nutupi dan saya akan meneruskan ini ke kepolisian,” kata Mahfud.

Komnas HAM sudah menyerahkan laporan hasil penyelidikan kepada pemerintah, sebanyak 103 halaman, Komnas HAM juga menyerahkan beberapa lampiran serta flash disk yang memuat data penunjang. Komnas HAM optimistis laporan yang cukup detail bisa membuat terang perkara.

“Kami berharap memang dengan laporan yang cukup detail ini itu menambah terangnya peristiwa. jadi memudahkan untuk bagaimana pelaksanaan rekomendasi.

Yang kedua, sebagai modalitas awal untuk melakukan penegakan hukum,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di kantor Kemenkopolhukam.

Anam pun melihat sikap Presiden yang merespons positif temuan Komnas HAM. Ia berharap, bahan-bahan yang ada bisa segera ditangani dengan baik.

“Kita berharap agar kasus ini segera bisa diselesaikan dan kita dapat belajar banyak dari kasus ini, bahwa atas nama apa pun oleh siapa pun kekerasan di negeri ini tidak boleh terjadi, dan setiap upaya oleh siapa pun yang juga melakukan kekerasan ya harus kita cegah, harus kita hindari,” tutur Anam. (tp)

Tentang Alim Apriansyah

Ketenangan hati harus kita cari, tidak bisa datang sendiri, dan bila tidak juga kau temui, maka sujudlah pada Illahi

Harap cek kembali

Wanita Yang Viral Menggunakan Plat Dinas Palsu 3423-00 Akhirnya Ditangkap POM TNI

Suaraindo.com, Jakarta – Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI Kolonel  Laut (KH) Dr. Edys …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *