Menu

Mode Gelap
Xi Jinping: Pengangguran Pemuda Harus Jadi Prioritas Nasional Viktor Orban Kunjungi Moskow, UE Tanggapi dengan Boikot TikTok dan ByteDance Ajukan Tuntutan untuk Batalkan Aturan Penjualan oleh Pemerintah AS Trump Selamat, Pelaku dan Seorang Peserta Kampanye Tewas Trump Ditembak saat Kampanye di Pennsylvania

Nasional · 28 May 2024 21:29 WIB ·

Menilik Agenda OEDC, Temui Jokowi, Prabowo, hingga Puan


 Menilik Agenda OEDC, Temui Jokowi, Prabowo, hingga Puan Perbesar

Suaraindo.com – Sekretaris Jenderal Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Mathias Cormann, akan melakukan rangkaian pertemuan penting di Indonesia, termasuk dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto, setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“Selain Pak Presiden, Sekjen Mathias juga akan bertemu dengan Presiden terpilih Pak Menhan (Prabowo Subianto), Ketua DPR RI (Puan Maharani), Pimpinan DPR RI, tim nasional aksesi OECD, Kadin, Apindo,” ujar Airlangga saat konferensi pers di Istana Bogor, Selasa (28/5/2024).

Dalam kunjungannya, Mathias Cormann juga dijadwalkan untuk membuka workshop teknis yang akan membahas proses aksesi Indonesia ke dalam OECD, yang ditujukan kepada Kementerian dan Lembaga terkait. Airlangga menyatakan bahwa pertemuan dengan Jokowi terfokus pada pembahasan terkini mengenai proses aksesi dan langkah-langkah strategis yang harus dilakukan Indonesia untuk menjadi anggota OECD dalam waktu tiga tahun.

Menurut Airlangga, OECD juga akan mendukung Indonesia dalam pengembangan ekosistem semikonduktor dan melakukan studi tentang bagaimana ASEAN telah menjalankan proses roadmap digital melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Lebih lanjut, Airlangga menambahkan bahwa pada akhir tahun 2024, Sekjen Cormann dijadwalkan untuk kembali ke Indonesia guna meluncurkan Survei Ekonomi Indonesia. Survei ini merupakan bagian dari dukungan OECD untuk membantu Indonesia meningkatkan iklim investasi dan menyamakan standar regulasi dengan negara-negara anggota OECD lainnya, sehingga dapat menarik lebih banyak investasi.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kereta Api Tanpa Rel Dijadwalkan Tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) Pada Akhir Juli 2024

13 July 2024 - 23:25 WIB

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Resmikan 2 Kapal Perang Indonesia Buatan Dalam Negeri

12 July 2024 - 19:17 WIB

Indonesia Siap Luncurkan BBM Rendah Sulfur untuk Kurangi Polusi Udara

12 July 2024 - 15:00 WIB

Putus Generasi Sandwich, Ini Program OJK

8 July 2024 - 20:14 WIB

OJK Hadapi Tantangan Identifikasi Rekening Judi Online dengan Transaksi Kecil

8 July 2024 - 20:11 WIB

Smelter Nikel PT KFI di Kalimantan Timur Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Lokal

8 July 2024 - 20:08 WIB

Trending di Ekonomi