Menu

Mode Gelap
Xi Jinping: Pengangguran Pemuda Harus Jadi Prioritas Nasional Viktor Orban Kunjungi Moskow, UE Tanggapi dengan Boikot TikTok dan ByteDance Ajukan Tuntutan untuk Batalkan Aturan Penjualan oleh Pemerintah AS Trump Selamat, Pelaku dan Seorang Peserta Kampanye Tewas Trump Ditembak saat Kampanye di Pennsylvania

Nasional · 9 Jun 2024 11:12 WIB ·

Luhut : UE Lobi Indonesia Masalah Nikel


 Luhut : UE Lobi Indonesia Masalah Nikel Perbesar

Suaraindo.com – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengungkapkan bahwa saat ini Uni Eropa sedang melakukan lobi terhadap Indonesia terkait kebijakan ekspor produk turunan nikel. Ini terjadi setelah Uni Eropa mengajukan gugatan terhadap Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai pelarangan ekspor bijih nikel.

Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, menjelaskan bahwa Uni Eropa kini telah membuka negosiasi terkait gugatan tersebut. Dalam negosiasi, Uni Eropa meminta Indonesia untuk tidak melarang ekspor prekusor katoda, dengan pengecualian pada ekspor bijih nikel.

“Kita memang tidak larang. Tapi saya bilang, kami juga punya hak survive gak bisa kalian dikte kami. Jadi kita sekarang nikel ore jadi stainless steel pertambahan tinggi sekali,” kata Luhut dalam sebuah rapat kerja bersama Banggar DPR RI.

Luhut menambahkan bahwa Uni Eropa telah mulai mengakui hak Indonesia atas kepemilikan sumber daya alamnya, khususnya nikel. “Mereka sudah mulai mengakui bahwa kita punya hak untuk itu. Tapi mereka minta turunannya jangan dilarang ekspor dong. Ya emang kita gak mau larang,” ucapnya setelah rapat.

Pada kasus ini, Indonesia mengalami kekalahan dalam gugatan awal oleh UE di WTO tahun lalu. Pemerintah Indonesia kini tengah mengajukan banding atas gugatan tersebut. Namun, pembentukan panel banding mengalami hambatan karena adanya blokade oleh Amerika Serikat yang menuntut reformasi besar-besaran di WTO sebelum menyetujui pembentukan Appellate Body.

Staf Khusus Mendag Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional, Bara Krishna Hasibuan, menjelaskan situasi tersebut kepada CNBC Indonesia. “Sampai saat ini negosiasi pembentukan AB masih belum sepakat karena Amerika Serikat (AS) masih menolak. Seperti diketahui AS menolak karena menuntut dilakukannya total reformasi di WTO. Selama itu belum terjadi mereka akan tetap menolak dibentuknya Appellate Body,” kata Bara.

Menurut Bara, belum ada kepastian kapan banding Indonesia di WTO akan berlangsung, menambahkan bahwa kasus Indonesia berada di antrian ke-21 untuk diproses di Badan Banding WTO.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kereta Api Tanpa Rel Dijadwalkan Tiba di Ibu Kota Nusantara (IKN) Pada Akhir Juli 2024

13 July 2024 - 23:25 WIB

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Resmikan 2 Kapal Perang Indonesia Buatan Dalam Negeri

12 July 2024 - 19:17 WIB

Indonesia Siap Luncurkan BBM Rendah Sulfur untuk Kurangi Polusi Udara

12 July 2024 - 15:00 WIB

Putus Generasi Sandwich, Ini Program OJK

8 July 2024 - 20:14 WIB

OJK Hadapi Tantangan Identifikasi Rekening Judi Online dengan Transaksi Kecil

8 July 2024 - 20:11 WIB

Smelter Nikel PT KFI di Kalimantan Timur Siap Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Lokal

8 July 2024 - 20:08 WIB

Trending di Ekonomi