Menu

Mode Gelap
Tegas, Menkominfo Minta Elon Musk Buat NOC di Indonesia Indonesia Siap Hadapi La Nina Pasca-El Nino Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit Presiden Jokowi Inisiasi Empat Hal dalam World Water Forum Bahas RAPBN 2025 dengan DPR, Sri Mulyani Pastikan Transisi Kebijakan Berjalan Mulus

Internasional · 24 Apr 2024 10:31 WIB ·

Lawatan Menteri Luar Negeri AS Blinken ke China


 Lawatan Menteri Luar Negeri AS Blinken ke China Perbesar

Suaraindo.com – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken melakukan kunjungan ke China pada Selasa, 23 April 2024 selama beberapa hari kedepan, untuk mendiskusikan sejumlah isu aktual dengan pejabat Shanghai dan Beijing. Kunjungan Blinken ke China dijadwalkan hanya beberapa pekan sebelum pelantikan presiden terpilih Taiwan, Lai Ching-te pada 20 Mei.

Ini merupakan kunjungan keduanya ditengah seruan AS terkait dukungan negara China terhadap Rusia dalam perang melawan Ukraina, yang mana perusahaan-perusahaan China secara langsung telah mengirim komponen penting bagi basis industri pertahanan Rusia. Negara – negara industri maju G7 mendesak China untuk menghentikan pengiriman komponen material dwifungsi dan senjata yang digunakan Rusia untuk meningkatkan produksi senjata militernya.

Pejabat-pejabat di AS mengatakan, material yang dimaksud termasuk sejumlah besar mikroelektrik, kendaraan terbang tanpa awak, teknologi rudal jelajah, dan nitroselulosa, yang digunakan Rusia untuk memproduksi propelan untuk senjata. Menurut Blinken, “China tidak bisa menjalankan dua pendekatan” membantu Rusia dan tetap menjalin hubungan baik dengan Eropa. Berkaitan dengan hal tersebut jika diperlukan AS akan mengambil langkah terhadap perusahaan-perusahaan China yang “sangat merusak keamanan baik di Ukraina maupun Eropa”. Pemerintah AS telah memberikan sanksi kepada warga China dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan dukungan material kepada Rusia, dan meminta sekutu Eropa untuk mengambil langkah-langkah serupa.

Sejumlah isu aktual lain yang menjadi agenda bahasan antara lain upaya melawan peredaran narkotika, meningkatkan komunikasi antar militer, menyelenggarakan pembicaraan terkait risiko dan keamanan kecerdasan buatan, dan mengeksplorasi cara-cara untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat serta menegaskan kepentingan Amerika dalam memastikan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit

20 May 2024 - 17:58 WIB

Pemerintah Iran Resmi Umumkan Presiden Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter dan Kemungkinan Penggantinya

20 May 2024 - 12:57 WIB

Heli Jatuh di Iran, Berisi Ebrahim Raisi dan 3 Pejabat Lain

20 May 2024 - 10:19 WIB

Chang’e-6, Misi Ambisius China Menuju Eksplorasi Ruang Angkasa

13 May 2024 - 14:27 WIB

Keputusan Tak Terduga Vladamir Putin, Ekonom Sipil diangkat menjadi Menteri Pertahanan

13 May 2024 - 14:24 WIB

Skandal Seks Trump dengan Bintang Panas Makin Panas

10 May 2024 - 15:52 WIB

Trending di Internasional