Suaraindo.com
Razia dilakukan disalah satu tempat hiburan malam di Jakarta. ist

Langgar Prokes, 599 Tempat Hiburan Malam Disegel

Suaraindo.com, Jakarta-Selama masa pandemi Covid-19 sebanyak 599 tempat hiburam malam, restoran dan kafe yang ditutup sementara atau disegel karena melanggar protokol kesehatan. Selain itu, tempat hiburan malam, resto, dan kafe ditutup karena melanggar batas operasi jam malam sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sudah 599 tempat hiburan dan tempat makan yang kita lakukan penutupan oleh Tim Yustisi. Kita bersama-sama berkolaborasi dengan Satgas dalam operasi,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/3).

Ia menjelaskan jika ditemukan peredaran narkoba di tempat hiburan itu, maka pihaknya merekomendasikan mencabut izin secara permanen.

“Kami rekomendasikan cabut izinnya, kalau perlu. Tapi kalau dia melewati batas malam, silakan Satpol PP, biasanya disegel dalam batas waktu. Itu diatur dalam perda dan pelaksanaannya oleh Satpol PP,” ujar Yusri.

Yusri memastikan pihaknya bersama tim operasi Yustisi akan terus melakukan razia dan operasi tempat hiburan malam.

“Dalam PPKM mikro ini itu memang kita lakukan razia, karena sudah diatur dalam Perda dan ada Pergubnya juga. Di sini yang dikedepankam dalam penindakan adalah Satpol PP. Kepolisian dan TNI dalam hal ini mendukung bersama-sama dalam melakukan operasi tersebut,” ujarnya.

Kombes Yusri Yunus juga dengan tegas meminta pemerintah daerah (Pemda) mencabut izin usaha, dari tempat hiburan yang dijadikan tempat peredaran narkoba.

Hal itu diungkapkannya saat disinggung sanksi bagi tempat hiburan malam yang melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro.

“Kalau ditemukan ada narkoba, kami rekomendasi pada Pemda cabut izinnya kalau perlu ya,” kata Yusri

Kendati demikian, kata dia, apabila jenis pelanggaran sebagaimana yang tertuang dalam aturan PPKM berskala mikro seperti melanggar operasi jam malam hingga melebihi kapasitas jumlah pengunjung, maka sanksi tersebut dilaksanakan oleh Satpol PP sesuai dengan yang diatur dalam peraturan daerah (Perda).

Sementara, peran TNI-Polri hanya mendukung operasi yustisi yang tengah digencarkan.(*)

Tentang Chaviz

Harap cek kembali

Panglima TNI: Sebagai Prajurit Profesional, Wanita TNI Juga Memiliki Peran Ganda

Suaraindo.com, Jakarta – Disamping peran sebagai prajurit profesional, para Wanita TNI juga memiliki peran ganda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *