Menu

Mode Gelap
Pemerintah Siapkan Regulasi untuk Status Pengemudi Ojek Online, Tunggu Persetujuan Menteri Baru Prabowo Subianto dan Anwar Ibrahim Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia China Sebut Indonesia dalam Peringatan Terhadap Barat di Tengah Ketegangan Perang Rusia-Ukraina Erick Thohir Pastikan Misa Paus Fransiskus di GBK Tak Ganggu Persiapan Timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 Sri Mulyani Ungkap Usulan Kenaikan Anggaran Kementerian dan Lembaga pada RAPBN 2025

Nasional · 1 May 2024 13:24 WIB ·

KPK Mengusut Dugaan Korupsi Investasi Fiktif


 KPK Mengusut Dugaan Korupsi Investasi Fiktif Perbesar

Suaraindo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan korupsi terkait investasi yang diduga fiktif di PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) Persero. Dalam penyelidikan tersebut, PT Taspen disebutkan telah menginvestasikan dana hingga mencapai Rp 1 triliun, di mana sebagian dari jumlah tersebut diduga merupakan investasi fiktif.

Ali Fikri, Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK, menjelaskan bahwa tim penyidik telah memeriksa Senior Vice President Investasi Pasar Modal dan Pasar Uang PT Taspen, Labuan Nababan. Labuan diperiksa sebagai saksi terkait dugaan korupsi investasi fiktif di PT Taspen pada Jumat (26/4/2024).

“Labuan diperiksa terkait penempatan dan pengelolaan investasi dana Taspen sebesar kurang lebih Rp 1 triliun,” ungkap Ali kepada media pada Senin (29/4/2024).

Meskipun begitu, Ali belum membeberkan informasi terkait perusahaan tempat PT Taspen melakukan investasi. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Direktur Utama nonaktif PT Taspen, Antonius NS Kosasih, dan Dirut PT Insight Investments Management, Ekiawan Heri Primaryanto, sebagai tersangka. Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di kantor PT Taspen di Jakarta Pusat dan kantor swasta di Office 8 Building SCBD, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/3/2024).

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik menyita dokumen, barang bukti elektronik, dan catatan keuangan. Sehari sebelumnya, penyidik juga melakukan penggeledahan di lima lokasi di Jakarta, termasuk rumah di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, dan di Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Dokumen investasi, barang elektronik, dan pecahan mata uang asing juga berhasil diamankan. KPK menduga kerugian negara akibat tindakan para pelaku mencapai ratusan miliar rupiah.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemerintah Siapkan Regulasi untuk Status Pengemudi Ojek Online, Tunggu Persetujuan Menteri Baru

8 September 2024 - 12:03 WIB

Prabowo Subianto dan Anwar Ibrahim Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia

8 September 2024 - 12:01 WIB

Erick Thohir Pastikan Misa Paus Fransiskus di GBK Tak Ganggu Persiapan Timnas untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026

4 September 2024 - 14:04 WIB

Pemerintah dan DPR Sepakati Pemangkasan Anggaran Subsidi Energi dalam RAPBN 2025

4 September 2024 - 12:52 WIB

Deflasi Ekonomi Berturut, Apa Tanggapan Para Pakar?

4 September 2024 - 12:02 WIB

Presiden Joko Widodo Sambut Kedatangan Paus Fransiskus di Istana Negara

4 September 2024 - 11:49 WIB

Trending di Nasional