Banjir melanda beberapa wilayah Kota Solok dengan ketinggian hingga 2 meter, membuat warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kota Solok Dikepung Banjir Setinggi 2 Meter, Terparah Sejak 20 Tahun Belakangan

Suara Indo, Solok – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda selama beberapa jam, mengakibatkan wilayah Solok Raya (Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan) dikepung bencana banjir sejak Selasa dinihari (12/1). Ribuan jiwa terdampak bencana alam yang terjadi secara tiba-tiba disaat warga sedang enaknya terlelap tidur.

Banjir yang disebabkan meluapnya sungai-sungai di wilayah itu. Yang terparah, banjir di Kota Solok. Malam itu menurut warga, situasi sempat mencekam. Warga panik ketika mendapati air sudah merendam rumah dan perabotan mereka. Air yang semakin meninggi, membuat warga terpaksa meninggalkan rumahnya mencari tempat yang lebih aman.

Bencana banjir tidak hanya merendam permukiman, namun lahan-lahan pertanian dan fasilitas umum juga ikut rusak diterjang banjir. Bahkan, badan jalan dan jembatan yang menghubungkan antarnagari putus dihantam derasnya banjir. Namun, hingga berita ini diturunkan, air sudah mulai surut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur mengatakan, banjir merendam daerah itu setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur daerah tersebut sejak Senin malam (11/1).

“Di Kabupaten Solok, pihaknya mencatat banjir mulai merendam rumah warga Selasa dini hari (12/1) seitar pukul 01.30 WIB. Ada dua kecamatan, yaitu kecamatan Bukit Sundi dan Kubung yang dilanda banjir,” ungkap Rumainur.

Sementara, di Kota Solok, dikatakan Rumainur, banjir mulai memasuki pemukiman warga pada Senin malam sekitar pukul 23.30 WIB. Di daerah ini banjir merendam sembilan kelurahan dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuak Sikarah dan Tanjung Harapan.

“Di Kabupaten Solok Selatan, banjir terjadi pukul 01.30 WIB. Banjir merendam rumah warga di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Kecamatan Sungai Pagu. Jadi di Solok Selatan ada dua kecamatan yang diterjang bencana banjir,” kata Rumainur.

Dijelaskan Rumainur, pihaknya bersama dengan beberapa unsur terkait sudah melakukan evakusi terhadap warga yang terdampak serta melakukan pendataan dan memberikan sejumlah bantuan. Dari laporan terbaru, banjir saat ini sudah mulai surut setelah hujan berhenti.

Baca Juga : Instruksi Kapolda Sumbar, Anggota Positif Narkoba akan Dipidana

“Banjir terparah terjadi di Kota Solok, banjir hampir mencapai dua meter lebih. Dengan adanya bencana banjir ini, saya mengimbau agar warga tetap selalu waspada terhadap banjir susulan jika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mengguyur daerah tersebut,” ungkap Rumainur.

Sementara, di Kota Solok, banjir yang yang melanda dinilai yang terparah dalam kurun waktu 20 tahun belakangan ini. Bahkan kawasan jalan Bypass Kota Solok tidak dapat dilewati kendaran akibat derasnya banjir. Petugas BPBD Kota Solok dibantu instansi terkait lainya terpaksa mengevakuasi warga karena ketinggian banjir yang merendam pemukiman warga cukup tinggi.

Kalaksa BPBD Kota Solok, Iklas mengatakan, untuk keselamatan warga yang rumahnya terkena banjir terpaksa dievakuasi petugas malam itu. Menurutnya air akibat meluapnya aliran Batang Lembang terjadi sekitar pukul 00.30 WIB dinihari.

“Derasnya hujan yang mengguyur membuat banjir begitu cepat merendam rumah rumah warga. Kawasan yang paling terdampak akibat banjir terjadi di kawasan KTK dan XI Korong. Sebagian besar warga harus diungsikan ketenpat yang lebih tinggi lantaran banjir yang merendam hampir mencapai dua meter lebih,” kata Iklas.

Iklas menuturkan, data dari posko penanganan Banjir di kantor Balaikota Solok, 6 kelurahan terdampak di kecamatan Lubuk Sikarah diantaranya Sinapa Piliang, IX Korong, KTK, Aro IV Korong, VI Suku dan Tanah Garam. Kemudian, di kecamatan Tanjung Harapan, sebanyak 3 kelurahan terdampak diantaranya kelurahan Koto Panjang, kelurahan Nan Balimo serta kelurahan Pasir Pandan Air Mati (PPA).

“Total, sebanyak 1.730 Kepala Keluarga atau 8.045 jiwa terdampak banjir di kota Solok. Hingga kini, belum ada dilaporkan kasus meninggal dunia akibat bencana banjir,” ungkap Iklas.

Sementara, data yang dihimpun media ini, di Kecamatan Lubuk Sikarah, kelurahan KTK, seluruh wilayah terdampak banjir. Sebanyak 429 KK dengan 2.353 jiwa, 6 bayi, 14 Balita terdampak. Kelurahan IX Korong seluruh wilayah terdampak banjir, dengan jumlah 555 KK, 2.250 jiwa terdampak. Kelurahan VI Suku, 44 KK, 189 jiwa, dan sebagian wilayah terdampak banjir.

Selanjutnya, Kelurahan Sinapa Piliang, 208 KK, 900 jiwa seluruh wilayah terdampak banjir. Kelurahan Aro IV Korong, 143 KK, 674 jiwa, 6 bayi, 14 balita, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Tanah Garam, 89 KK, 415 jiwa, sebagian wilayah terdampak banjir.

Sementara di Kecamatan Tanjung Harapan, di Kelurahan Nan Balimo, 49 KK, 236 jiwa, 5 bayi, 6 balita, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan PPA, 30 KK, 120 jiwa, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Koto Panjang 183 KK, 908 jiwa, 6 bayi, 28 balita, 6 ibu hamil, 26 lansia, seluruh wilayah terdampak. (br)

Tentang Alim Apriansyah

Ketenangan hati harus kita cari, tidak bisa datang sendiri, dan bila tidak juga kau temui, maka sujudlah pada Illahi

Harap cek kembali

Berita Duka, Syekh Ali Jaber Meninggal di RS Yarsi

Suaraindo.com, Jakarta – Umat Islam Indonesia di kejutkan dengan kabar duka. Pendakwah kondang Syekh Ali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *