BerandaKesehatanKemenkes Yakin Indonesia Bebas Polio di 2026, Jika Anak Divaksin Polio Lengkap

Kemenkes Yakin Indonesia Bebas Polio di 2026, Jika Anak Divaksin Polio Lengkap

- Advertisement -spot_img

suaraindo.com, Jakarta – Jika setiap anak mendapat vaksin Polio lengkap, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meyakini target Bebas Polio atau Eradikasi Polio Global tahun 2026 dapat tercapai. Target menuju eradikasi Polio Global ini sudah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, pemberian vaksin Polio lengkap yang dimaksud berupa Polio Tetes (Bivalent Oral Polio Vaccine/bOPV) dan Polio Suntik (Inactivated Polio Vaccine/IPV).

Pemberian bOPV biasanya ditujukan pada bayi usia 1 – 4 bulan, sedangkan IPV pada usia 4 bulan. Pemberian vaksin Polio demi upaya pencegahan dari virus Polio yang bisa mengakibatkan kelumpuhan.

“Pencegahan Polio sudah pasti satu-satunya ya vaksin Polio. Kalau semua anak-anak kita divaksin dan mendapat vaksin Polio lengkap, itu bOPV-nya dapat 4 kali dan dua kali suntik IPV-nya,” ucap Maxi saat ‘Press Conference: Kejadian Luar Biasa Polio di Indonesia’ pada akhir pekan kemarin.

“Saya sangat yakin, kita tahun 2026 itu eradikasi, enggak ada virus Polio liar lagi — bebas polio global. Kalau anak-anak juga semua sudah punya kekebalan ya walau virus Polio liar itu masuk ke tubuh, dia (tubuh) bisa lawan.”

Maxi mengingatkan, apabila anak tidak mendapat vaksin Polio, virus Polio bisa mudah menginfeksi tubuh. Terlebih, kondisi lingkungan yang buruk seperti perilaku Buang Air Besar (BAB) sembarangan, sungai atau air kotor tempat bermain anak, dapat membawa virus Polio masuk ke tubuh.

Ditegaskan kembali oleh Maxi Rein Rondonuwu, manfaat vaksin Polio juga dapat melawan virus Polio yang berkembang pada saluran pencernaan. Penularan virus terutama melalui faecal- oral, yakni lingkungan atau air yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus Polio.

“Dampaknya (vaksin Polio) besar sekali, kita dulu cakupan imunisasi Polio masih tinggi. Apalagi tahun 2014, kita dinyatakan Eradikasi atau Bebas Polio tahun 2014,” jelasnya. (*)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini