BerandaKesehatanKemenkes: 30 Provinsi Beresiko KLB Polio

Kemenkes: 30 Provinsi Beresiko KLB Polio

- Advertisement -spot_img

suaraindo.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia punya risiko tinggi Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Polio. Penyebabnya adalah ketidakmerataan imunisasi Polio.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan pemberian imunisasi Polio, yakni vaksin Polio tetes dan suntik alias OPV IPV, masih rendah di seluruh kabupaten-kota.

“Kalau lihat cakupan OPV dan IPV [imunisasi Polio] memang di tingkat kabupaten-kota itu seluruh nusa rendah,” kata Maxi dalam konferensi pers di kantornya, Sabtu (19/11).

Ia membeberkan, sebelumnya imunisasi Polio mencapai angka 86,8 persen untuk seluruh Indonesia.

“Sekalipun ada yang di bawah 50 persen itu yang merah-merah, ya di Kalimantan, Sumatera, kalau lihat Aceh ya, sejak tahun 2020 sudah merah, Papua paling banyak dan Kalimantan,” tambahnya.

Lebih lanjut , ia menjelaskan penyebab tingginya kasusnya polio adalah cakupan imunisasi polio yang rendah di 30 provinsi dan 415 kabupaten/kota.

“Jadi kita di Indonesia ini berisiko tinggi untuk terjadinya KLB Polio,” jelasnya.

Maxi kemudian menjelaskan, kasus polio juga saat ini sudah ditemukan di Aceh. Kata dia, seorang anak berusia tujuh tahun dua bulan mengalami gejala kelumpuhan di Kabupaten Pidie.

Setelah didatangi petugas dari Kemenkes, diketahui anak itu mulai sakit pada 6 Oktober. “Kemudian dia merasa sakit, biasa, ada panas dan flu. Gejala awalnya,” ungkap Maxi.

Selanjutnya, gejala onset lumpuh pada tungkai dirasakan anak tersebut pada 9 Oktober. Setelah kejadian ini, Maxi bilang si anak dibawa ke RSUD TCD Sigil.

Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium, diketahui bahwa pasien terinfeksi virus polio. (*)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini