BerandaKesehatanKasus Covid-19 di China Meningkat, Beijing Laporkan 962 infeksi baru dan Catat...

Kasus Covid-19 di China Meningkat, Beijing Laporkan 962 infeksi baru dan Catat 2 Kematian

- Advertisement -spot_img

suaraindo.com, BEIJING  –  Ibu kota Beijing melaporkan 962 infeksi baru, naik dari 621 sehari sebelumnya. Distrik Chaoyang yang luas, rumah bagi 3,5 juta orang, mendesak warga untuk tinggal di rumah, dengan sekolah online.

Beberapa sekolah di Haidian, Dongcheng dan Xicheng juga menghentikan pengajaran tatap muka

Para siswa di sekolah-sekolah di beberapa distrik Beijing terpaksa mengikuti kelas dari pada Senin, (21/11), setelah pejabat meminta penduduk di beberapa daerah tinggal di rumah karena kasus Covid-19 di Ibu Kota China itu yang terus meningkat.

Peningkatan kasus Covid-19 ini juga terjadi secara nasional, dengan China melaporkan lebih dari 25.000 kasus terakhir.

Pemerintah China mencatat 26.824 kasus Covid-19 lokal baru, pada Minggu (20/11) yang mendekati angka tertinggi pada April. China juga mencatat dua kematian akibat Covid-19 di Beijing, bertambah satu kematian dari Sabtu, (19/11), yang kematian akibat Covid-19 pertama di China sejak akhir Mei.

Gelombang terbaru sedang menguji tekad China untuk tetap berpegang pada penyesuaian yang telah dibuatnya pada kebijakan nol-Covid. Pemerintah telah melonggarkan pembatasan dengan menyerukan kota-kota untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ditargetkan dan menghindari penguncian (lockdown) dan pengujian menyeluruh yang telah mencekik ekonomi dan membuat frustrasi penduduk.

Beberapa kota di China mulai menghentikan pengujian rutin Covid-19 komunitas minggu lalu, termasuk kota utara Shijiazhuang, yang menjadi subyek spekulasi kuat bahwa itu bisa menjadi test bed untuk relaksasi kebijakan. Hal itu memicu kekhawatiran sebagian warga setempat.

Tetapi pada Minggu malam, Shijiazhuang mengumumkan akan melakukan pengujian massal di enam dari delapan distriknya selama lima hari ke depan setelah kasus lokal harian baru mencapai 641. Itu juga mendorong penduduk untuk berbelanja online dan memerintahkan beberapa sekolah untuk menangguhkan pengajaran tatap muka.

Upaya China baru-baru ini untuk membuat pembatasan Covid-19 lebih terarah telah memicu harapan investor akan pelonggaran yang lebih signifikan bahkan ketika China menghadapi musim dingin pertamanya melawan varian Omicron yang sangat mudah menular.

Namun, banyak analis memperkirakan perubahan seperti itu akan dimulai pada Maret atau April, dengan pemerintah berargumen bahwa kebijakan nol-Covid khas Presiden Xi Jinping menyelamatkan nyawa.

Para ahli memperingatkan bahwa pembukaan kembali secara penuh memerlukan upaya pendorong vaksinasi besar-besaran dan perubahan pesan di negara tempat penyakit ini masih ditakuti secara luas. (Rhd)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini