Menu

Mode Gelap
Tegas, Menkominfo Minta Elon Musk Buat NOC di Indonesia Indonesia Siap Hadapi La Nina Pasca-El Nino Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit Presiden Jokowi Inisiasi Empat Hal dalam World Water Forum Bahas RAPBN 2025 dengan DPR, Sri Mulyani Pastikan Transisi Kebijakan Berjalan Mulus

Internasional · 9 May 2024 21:20 WIB ·

Imbas Serang Rafah, Biden Murka ke Israel


 Imbas Serang Rafah, Biden Murka ke Israel Perbesar

Suaraindo.com – Presiden AS, Joe Biden, mengumumkan penghentian pengiriman senjata ke Israel, menyusul keputusan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk memperluas operasi militer di Gaza, khususnya ke Rafah. Biden menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Netanyahu yang menggunakan senjata dari AS untuk menyerang daerah berpenduduk di Gaza.

“Saya telah menyatakan secara jelas bahwa jika mereka pergi ke Rafah, saya tidak akan lagi memasok senjata yang digunakan untuk menyerang,” ucap Biden seperti dilaporkan CNN pada Kamis (9/5/2024).

Presiden AS juga menyampaikan keprihatinannya atas penggunaan bom dan senjata yang menyebabkan korban sipil di Gaza. “Warga sipil telah tewas di Gaza sebagai konsekuensi dari bom-bom itu dan cara-cara lain yang mereka lakukan di pusat-pusat populasi,” ungkap Biden, menegaskan bahwa senjata AS telah digunakan dalam serangan tersebut.

Namun, Biden menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berarti AS akan berhenti mendukung keamanan Israel. Ia berjanji bahwa AS tetap akan mendukung sistem pertahanan Israel, seperti Iron Dome, dan kemampuannya untuk menanggapi ancaman eksternal. “Kami akan terus memastikan Israel aman dalam hal sistem keamanan Iron Dome dan kemampuan mereka untuk menanggapi serangan dari luar, dari wilayah Timur Tengah baru-baru ini,” katanya.

“Tapi itu (invasi ke Rafah), itu salah. Kami tidak akan melakukannya – kami tidak akan memasok senjata dan peluru artileri,” tegas Biden.

Pentagon juga menyatakan bahwa penghentian pengiriman “amunisi muatan tinggi” ke Israel disebabkan oleh kekhawatiran atas potensi operasi militer di Rafah yang tidak memperhitungkan perlindungan terhadap warga sipil. Pemerintah AS sedang mengkaji ulang potensi penjualan atau transfer amunisi lainnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit

20 May 2024 - 17:58 WIB

Pemerintah Iran Resmi Umumkan Presiden Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter dan Kemungkinan Penggantinya

20 May 2024 - 12:57 WIB

Heli Jatuh di Iran, Berisi Ebrahim Raisi dan 3 Pejabat Lain

20 May 2024 - 10:19 WIB

Chang’e-6, Misi Ambisius China Menuju Eksplorasi Ruang Angkasa

13 May 2024 - 14:27 WIB

Keputusan Tak Terduga Vladamir Putin, Ekonom Sipil diangkat menjadi Menteri Pertahanan

13 May 2024 - 14:24 WIB

Skandal Seks Trump dengan Bintang Panas Makin Panas

10 May 2024 - 15:52 WIB

Trending di Internasional