Habib Rizieq Shihab

Gugatan Praperadilan HRS Ditolak, Kuasa Hukum Siapkan Judicial Review

Suaraindo.com, Jakarta – Hakim tunggal Akhmad Sahyuti memutuskan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Habib Rizieq Shihab (HRS). Sahyuti menilai, penetapan Rizieq sebagai tersangka kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, sah dan sesuai prosedur.

Dalam pertimbangan, hakim menilai rangkaian penyidikan yang dilakukan polisi terkait kerumunan di rumah Habib Rizieq di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat, adalah sah. Hakim juga menyebut penyidik sebelum meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan sudah sesuai aturan.

“Penetapan tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup,” ucap Sahyuti saat membacakan pertimbangan putusan, Selasa (12/1/2021).
Sahyuti melanjutkan penyidikan kasus ini juga sesuai prosedur.

Kesimpulan tersebut disampaikan untuk menjawab dugaan dari kubu Rizieq Shihab bahwa proses penyidikan kasus kerumunan ini kabur.
Menurut hakim, setelah terjadinya kerumunan di acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab di wilayah Petamburan, Jakarta Pusat pada 14 November 2020 lalu, penyidik telah melakukan klarifikasi ke sejumlah orang.

Baca Juga : Vaksin Covid-19: Ulama Sudah Yes, Percayalah

“Hasil interview saksi-saksi bahwa terhadap laporan informasi merupakan suatu pidana melawan hukum, atau dengan tulisan menghasut, melawan kekuasaan umum, agar supaya tidak menuruti peraturan undang-undang, atau tidak mematuhi Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan,” kata Sahyuti.

Selain itu, menimbang bahwa ada bukti termohon I (Polda Metro Jaya), ternyata pemohon (Rizieq) sudah dipanggil sebanyak dua kali padahal pemohon wajib datang. “Menimbang, baik pemohon sebagai saksi harus memenuhi pemanggilan. Oleh karena tidak memenuhi, itu melanggar kewajiban,” kata Sahyuti.

Sahyuti juga menjelaskan jika Rizieq tidak hadir pada pemanggilan pertama, seharusnya dia hadir pada panggilan kedua. Namun jika pada panggilan kedua tak kunjung datang juga, maka keluarganya harus membawa dia ke hadapan penyidik.

Menurut Sahyuti pemanggilan Rizieq sebagai saksi terkait kasus itu sudah sesuai undang-undang (UU). Artinya, polisi telah bertindak sesuai aturan.

“Menimbang pemanggilan terhadap pemohon dapat dibenarkan berdasarkan UU. Menimbang dari ketentuan di atas, maka pemanggilan saksi wajar. Dan terkait saksi-saksi yang dipanggil juga menolak, maka permohonan itu haruslah ditolak,” jelasnya.

Sahyuti menambahkan, penyitaan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut juga sudah mendapat izin dari pengadilan.

“Menimbang terhadap penyidikan penyitaan dari penyidik telah sesuai dengan penetapan PN Jaksel tanggal 14 Desember 2020, menimbang alat bukti di atas penyitaan penyidik sudah sesuai dengan prosedur dalam hukum acara pidana,” ucapnya.

Sementra itu, pengacara Habib Rizieq, Alamsyah Hanafiah, menyebutkan putusan hakim terkesan menyesatkan.

“Putusan hakim ini, pendapat saya, menyesatkan. Menyesatkan karena sudah mengubah asas hukum. Dari asas hukum lex specialis, dijadikan digabungkan dengan asas hukum generalis. Asas hukum umum itu sebenarnya diharamkan oleh ketentuan undang-undang,” kata Alamsyah seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2021).

“Bahwa dia tidak boleh dicampur. Jadi kalau ada asas hukum generalis, KUHP. Jadi ada lagi hukum specialis, undang-undang karantina, ya undang-undang karantina yang dipakai. Bukan dua-duanya digabung, itu sesat itu,” tambahnya.

Alamsyah kemudian menyatakan berencana menggugat judicial review ke MK terkait proses sidang praperadilan. Dia menilai praperadilan seharusnya tidak diputus oleh hakim tunggal, melainkan majelis hakim yang ada hakim anggotanya.

“Nanti rencana saya mau mengajukan judicial review tentang kami mengadili praperadilan, yaitu hakim tunggal. Hakim tunggal ini kan semau-maunya dia saja, itu tidak ada teman, maka pendapat para ahli, sampingan saja,” sebutnya.(*)

Tentang Alim Apriansyah

Ketenangan hati harus kita cari, tidak bisa datang sendiri, dan bila tidak juga kau temui, maka sujudlah pada Illahi

Harap cek kembali

Terjaring Razia, Motor Knalpot Bising Dikandangkan

Suara Indo, Padang – Seluruh Polsek yang berada di wilayah Hukum Polresta Padang serentak melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *