Menu

Mode Gelap
Tegas, Menkominfo Minta Elon Musk Buat NOC di Indonesia Indonesia Siap Hadapi La Nina Pasca-El Nino Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit Presiden Jokowi Inisiasi Empat Hal dalam World Water Forum Bahas RAPBN 2025 dengan DPR, Sri Mulyani Pastikan Transisi Kebijakan Berjalan Mulus

Internasional · 17 Mar 2024 15:59 WIB ·

Elon Musk dan Intelijen AS Kerjasama Dalam Proyek Satelit Mata-Mata


 Elon Musk dan Intelijen AS Kerjasama Dalam Proyek Satelit Mata-Mata Perbesar

Suaraindo.com – SpaceX, perusahaan aerospace milik Elon Musk, sedang mengembangkan sebuah jaringan besar satelit mata-mata sebagai bagian dari sebuah proyek rahasia dengan agen intelijen Amerika Serikat, berdasarkan informasi dari lima sumber yang mengetahui tentang program ini. Proyek ini memperdalam keterlibatan SpaceX dengan sektor keamanan nasional AS.

Proyek yang bernilai 1,8 miliar dolar AS ini dikembangkan oleh Starshield, sebuah unit bisnis dari SpaceX, berdasarkan kontrak dengan National Reconnaissance Office (NRO), yang bertanggung jawab atas satelit mata-mata AS, dan ditandatangani pada tahun 2021.

Menurut laporan dari Reuters, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pentagon untuk memperluas investasinya dalam teknologi satelit yang mengorbit rendah untuk mendukung operasi militer di darat.

Program ini diharapkan akan meningkatkan secara signifikan kapasitas pemerintah dan militer AS untuk mengidentifikasi target potensial di seluruh dunia dengan cepat.

Kontrak ini juga menandai peningkatan kepercayaan terhadap SpaceX, meskipun Elon Musk sebelumnya telah berselisih dengan administrasi Biden dan terlibat dalam beberapa kontroversi.

Selain itu, sumber menyebutkan bahwa proyek ini membuka kemungkinan baru terkait dengan penggunaan jaringan satelit Starlink oleh SpaceX dalam konflik Ukraina.

Wall Street Journal sebelumnya telah melaporkan tentang adanya kontrak rahasia Starshield senilai 1,8 miliar dolar AS dengan agen intelijen, tanpa menyebutkan detail atau tujuan spesifik proyek tersebut.

Laporan dari Reuters kini mengungkap bahwa kontrak tersebut ditujukan untuk pembangunan sistem mata-mata baru dengan ratusan satelit yang dapat melakukan pencitraan Bumi dari orbit rendah, dan bahwa NRO adalah agen intelijen yang berkolaborasi dengan SpaceX dalam proyek ini.
(BNI)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit

20 May 2024 - 17:58 WIB

Pemerintah Iran Resmi Umumkan Presiden Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter dan Kemungkinan Penggantinya

20 May 2024 - 12:57 WIB

Heli Jatuh di Iran, Berisi Ebrahim Raisi dan 3 Pejabat Lain

20 May 2024 - 10:19 WIB

Chang’e-6, Misi Ambisius China Menuju Eksplorasi Ruang Angkasa

13 May 2024 - 14:27 WIB

Keputusan Tak Terduga Vladamir Putin, Ekonom Sipil diangkat menjadi Menteri Pertahanan

13 May 2024 - 14:24 WIB

Skandal Seks Trump dengan Bintang Panas Makin Panas

10 May 2024 - 15:52 WIB

Trending di Internasional