Menu

Mode Gelap
Tegas, Menkominfo Minta Elon Musk Buat NOC di Indonesia Indonesia Siap Hadapi La Nina Pasca-El Nino Presiden WWC Puji Jokowi Setinggi Langit Presiden Jokowi Inisiasi Empat Hal dalam World Water Forum Bahas RAPBN 2025 dengan DPR, Sri Mulyani Pastikan Transisi Kebijakan Berjalan Mulus

Kesehatan · 10 Mar 2024 03:16 WIB ·

Dokter Sarankan Vaksin Booster COVID-19 Sebulan Sebelum Mudik


 Dokter Sarankan Vaksin Booster COVID-19 Sebulan Sebelum Mudik Perbesar

Jakarta,Suaraindo.com – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) mengimbau agar masyarakat menjalani vaksinasi booster COVID-19. Mengingkat virus penyebab COVID-19 masih ada sampai saat ini.

Saat ini, pandemi COVID-19 memang sudah terkendali. Namun, spesialis penyakit dalam sekaligus Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI dr Soekamto Koesnoe, SpPD-KAI, mengatakan kemungkinan penularan dan penyebaran virusnya masih bisa terjadi.

Terlebih, saat Lebaran banyak keluarga yang mungkin termasuk kelompok rentan akan COVID-19 akan berkumpul. Di waktu tersebut, penularan COVID-19 bisa saja terjadi.

“Dalam teori penularan, tidak hanya proteksi pada orang-orang yang lemah. Tetapi, itu juga berlaku pada orang-orang yang di lingkungannya ada orang dengan komorbid, termasuk lansia,” jelasnya.

Kapan waktu yang tepat untuk booster sebelum mudik?

Menanggapi ini, dr Soekamto mengimbau agar masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi booster COVID-19 sebelum tertular. Waktu idealnya sekitar 28 hari atau sebulan sebelum mudik.

Menurut dr Soekamto, dengan mendapat vaksinasi booster, antibodi seseorang akan semakin kuat.

“Jadi kalau bicara kapan waktu yang tepat atau waktu yang ideal itu sebenarnya sekitar 28 hari atau satu bulan. Itu sebelum kita berisiko tertular,” kata dr Soekamto.

“Itu hampir 100 persen orang yang divaksin muncul antibodi secara kuat. Nah, pada kelompok yang bagus, pembentukan antibodi itu bisa dua minggu,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

COVID-19 Kembali Kepung Singapura, Komisi IX DPR : Vaksinasi & Surveillance

20 May 2024 - 15:52 WIB

Bukan Dihapus, Kelas 3 BPJS “Naik Kelas”

14 May 2024 - 22:00 WIB

AstraZeneca akui vaksinnya dapat sebabkan pembekuan darah

3 May 2024 - 22:31 WIB

Kementerian PANRB setujui formasi 23.200 ASN Kementerian Kesehatan

2 April 2024 - 13:56 WIB

BPJS Kesehatan Bentuk Posko RAFI, Pastikan Layanan JKN Lancar Saat Lebaran

31 March 2024 - 08:45 WIB

Asuransi Kesehatan Bakal Punya Database Kasus Klaim

5 March 2024 - 07:28 WIB

Trending di Kesehatan