Al Amin Nur Nasution
Al Amin Nur Nasution

Bongkar Kartel Kedelai Importir Nakal

Suaraindo.com, Jambi – Ketua LPP-PBNU (Lembaga Pengembangan Pertanian-PBNU), H. Al Amin Nur Nasution, SE mendesak Pemerintah dan Kasatgas Pangan Polri membongkar upaya penimbunan dan kartel kedelai oleh importir yang Nakal.

Menurutnya kartel kedelai merupakan perbuatan melawan hukum karena ada upaya praktik monopoli dan persaingan usaha yang tidak sehat.

Dia juga menyebutkan, melambungnya harga kedelai baru-baru ini dikeluhkan sejumlah pihak, terutama para perajin tahu dan tempe.

Karena itu, kepada para importir kacang kedelai diharapkan memprioritaskan pasokan kedelai kepada para perajin tahu dan tempe, atau olahan kedelai lainnya.

Menurutnya, melambungnya harga kedelai tentu tidak terlepas dari adanya kartel kedelai. Kartel Kedelai oleh importir yang nakal memanfaatkan situasi sulit untuk mengambil keuntungan.

“Kita semua tahu Sekjend Kemendag Pak Suhanto mengatakan para improtir selalu menyediakan stok kedelai hampir 450.000 ton,”ujarnya.

Sambungnya, stok itu di lempar ke pengrajin tahu dan tempe tentu dapat memasok kebutuhan yang +/- 150.000 ton perbulan cukup untuk 3 bulan ke depan.

Artinya indikasi ‘Kartel’ Jelas ada, stok ada di indonesia saat harga kedelai dunia murah, disinyalir ada kesepakatan untuk mengeruk keuntungan degan mengorbankan kepentingan rakyat kecil dan UMKM pengrajin tahu- tempe.

“Ini gak bener bikin kesel dan harus di Bongkar saat kondisi sulit seperti saat ini akibat pandemi covid-19,”singkatnya. (*)

Tentang Yusran Maulana

Harap cek kembali

Terjaring Razia, Motor Knalpot Bising Dikandangkan

Suara Indo, Padang – Seluruh Polsek yang berada di wilayah Hukum Polresta Padang serentak melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *