Menu

Mode Gelap
Xi Jinping: Pengangguran Pemuda Harus Jadi Prioritas Nasional Viktor Orban Kunjungi Moskow, UE Tanggapi dengan Boikot TikTok dan ByteDance Ajukan Tuntutan untuk Batalkan Aturan Penjualan oleh Pemerintah AS Trump Selamat, Pelaku dan Seorang Peserta Kampanye Tewas Trump Ditembak saat Kampanye di Pennsylvania

Internasional · 22 Jun 2024 16:39 WIB ·

Biden dan Netanyahu Bersitegang, Ada Apa?


 Biden dan Netanyahu Bersitegang, Ada Apa? Perbesar

Suaraindo.com – Ketegangan telah meningkat antara Amerika Serikat (AS) dan Israel, dengan AFP melaporkan bahwa komentar terbaru dari Gedung Putih pada Kamis malam waktu setempat menunjukkan hubungan yang tegang antara kedua negara. Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengalami perselisihan menyusul kritik Netanyahu terhadap pengiriman senjata AS yang dianggap lamban. “Komentar tersebut sangat mengecewakan dan tentunya menjengkelkan kami, mengingat besarnya dukungan yang kami miliki dan akan terus kami berikan,” ungkap John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS.

Kontroversi ini bermula ketika Netanyahu, dalam sebuah video yang diunggah di media sosial awal pekan ini, mengklaim bahwa AS telah menahan pengiriman senjata dan amunisi ke Israel dalam beberapa bulan terakhir. Sehari sebelum pernyataan Kirby, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre menyatakan kebingungan atas klaim Netanyahu, menegaskan bahwa tidak ada jeda dalam pengiriman amunisi kecuali untuk amunisi tertentu yang sedang ditinjau karena kekhawatiran penggunaannya di daerah padat penduduk.

Situasi ini semakin rumit dengan pernyataan keras Biden terhadap operasi militer Israel di Rafah, Gaza, dan ancaman untuk menghentikan pengiriman senjata tertentu. AS juga mengkhawatirkan meningkatnya ketegangan dengan Lebanon, di mana Hizbullah terlibat dalam pertempuran dengan Israel. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken telah memperingatkan Israel untuk tidak meningkatkan ketegangan dan berharap dapat mencapai resolusi diplomatik untuk menghindari eskalasi lebih lanjut di Lebanon.

Perang di Gaza menambah beban bagi Biden yang berusaha untuk terpilih kembali, sementara bencana kemanusiaan dan korban tewas yang terus bertambah di Gaza telah memicu kritik keras terhadap kebijakan luar negerinya, termasuk dari anggota partainya yang progresif.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Xi Jinping: Pengangguran Pemuda Harus Jadi Prioritas Nasional

16 July 2024 - 11:07 WIB

Viktor Orban Kunjungi Moskow, UE Tanggapi dengan Boikot

16 July 2024 - 10:55 WIB

TikTok dan ByteDance Ajukan Tuntutan untuk Batalkan Aturan Penjualan oleh Pemerintah AS

14 July 2024 - 12:46 WIB

Trump Selamat, Pelaku dan Seorang Peserta Kampanye Tewas

14 July 2024 - 10:46 WIB

Trump Ditembak saat Kampanye di Pennsylvania

14 July 2024 - 10:43 WIB

Wakil Presiden Indonesia ke-10, Jusuf Kalla Bertemu Petinggi Hamas di Doha Qatar

13 July 2024 - 22:49 WIB

Trending di Internasional