Longsor di Desa Kalijering, Padureso, Kebumen.

Banjir Longsor Melanda Kebumen, Dua Korban Meninggal Satu Hilang

Suaraindo.com, Kebumen–ujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (10/2) pukul 16.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan tanggul Sungai Lesung jebol setinggi kurang lebih sepuluh meter.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, sebanyak lima desa terdampak banjir dengan ketinggian muka air beragam. Mulai dari 30 hingga 150 cm. Selain itu, kejadian ini juga menyebabkan longsor di Desa Kalijering, Padureso.

“Sebuah bukit di Desa Kalijering longsor pada Selasa (9/2) pukul 18.30 WIB saat terjadi hujan lebat mengguyur wilayah Kecamatan Padureso. Kami mendapat kabar sekitar pukul 19.00 WIB dan tim BPBD langsung meluncur ke lokasi,” ungkap Data BPBD Teguh Kristianto, Rabu (10/2).

Lima desa terdampak yaitu di Desa Merden, Desa Balingasal, Desa Sidototo dan Desa Kalijering yang terletak di Kecamatan Padureso. Selanjutnya Desa Pesuningan yang terletak di Kecamatan Prembun.

Dari lima desa tersebut, terdapat 2 orang korban meninggal dunia, 1 orang hilang tertimbun, serta 108 KK terdampak banjir. Selain itu terdapat 90 jiwa mengungsi di Masjid Baitul Mutakir.

BPBD mencatat kerugian material akibat banjir berupa 108 unit rumah terendam, 2 unit rumah rusak ringan, 2 unit rumah rusak berat dan 1 sekolah menengah pertama terendam.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen Teguh Kristianto mengatakan hingga saat ini tim SAR gabungan bersama masyarakat masih melakukan pencarian terhadap korban.

BPBD Kabbupaten Kebumen juga melakukan pendataan dan operasi gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, POLRI dan relawan untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban hilang akibat tertimbun longsor.

Selain itu, upaya percepatan penanganan juga telah dilakukan diantaranya mengirimkan logistik kebutuhan dasar, mengirimkan peralatan penanganan darurat, dan mendirikan dapur umum.

“Kondisi terkini banjir telah surut dan cuaca di sekitar Kabupaten Kebumen terpantau mendung, ungkapnya.

Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Kebumen memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, mengingat prakiraan puncak musim penghujan masih berlangsung hingga akhir Februari 2021.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Kebumen masih berpotensi hujan ringan bahkan sedang pada esok hari (11/2).

Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi Info BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca dan mengetahui risiko bencana yang ada di wilayahnya melalui laman InaRISK. Informasi ini dapat bermanfaat untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya, khususnya banjir. (*)

Tentang Chaviz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *