BerandaTeknologiAwal Mula Manusia Mulai Memasak

Awal Mula Manusia Mulai Memasak

- Advertisement -spot_img

suaraindo.com, Jakarta – Memasak termasuk ke dalam seni mengendalikan panas untuk menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi.

Alasannya, dengan memasak makanan, maka makanan tersebut akan mudah untuk dicerna serta dapat membunuh kuman-kuman atau bakteri yang menempel di makanan mentah.

 Memasak jadi salah satu cara manusia untuk bertahan hidup dan perlahan menjadi upaya manusia menikmati rasa makanan.

Ada banyak sekali cara memasak yang ada di dunia, mulai dari mengukus, memanggang, menggoreng, membakar, mengetim, hingga merebus.

Tapi pernahkah kamu bertanya-tanya sebenarnya sejak kapan manusia mulai mengenal memasak untuk makanannya?

Ahli primata Inggris Richard W. Wrangham mengatakan tidak ada populasi manusia yang hidup tanpa memasak, yang menunjukkan memasak adalah keterampilan yang kuat dan diperlukan.

Wrangham berpendapat pergeseran evolusioner dari makanan mentah ke makanan matang adalah “momen transformatif ” yang mengisi perut manusia purba dan membiarkan otak mereka tumbuh, memunculkan genus kita dan akhirnya spesies kita.

Tim ilmuwan internasional yang bekerja di sektor utara Laut Mati mengklaim telah menemukan tanda-tanda awal memasak oleh manusia prasejarah.

Berpuluh-puluh ribu tahun lamanya, manusia purba bertahan dengan tradisi bertahan hidup mereka berburu dan mengumpulkan makanan, serta hidup nomaden, berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Jika persediaan makanan di tempat yang satu habis, mereka pun pindah ke tempat lain dan menghabiskan makanan di sana, lalu pindah lagi. Hal itu terus berlangsung sampai ke penghujung zaman es.

Karena kesulitan mencari makanan, manusia pun mulai terpikir untuk memanggang dan merebus makanan mereka. Ternyata dampaknya luar biasa.

Makanan yang sudah diolah lebih mudah dicerna sehingga membuat mereka merasa kenyang lebih lama, ketimbang memakan daging mentah seperti biasa. Sejak itulah kegiatan masak-memasak terus dilakukan sampai zaman es berakhir.

Zaman es sempurna usai, bumi pun menjadi lebih hangat sehingga berbagai tumbuhan bermunculan. Sumber makanan berlimpah ruah.

Hal ini membawa perubahan besar pada manusia. Mereka mulai hidup menetap bahkan bercocok tanam. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya varietas tanaman baru, gandum liar dan barley (ketika zaman es tanaman ini tidak ada), di Suriah, Lebanon, Yordania, Israel, Irak, dan sebagian wilayah Iran. Saat itulah manusia memasuki babak kehidupan baru yang disebut dengan era Neolitikum.

Kemajuan ini telah merubah manusia secara signifikan. Pertama mulai dari kebiasaan memasak yang menjadi hal wajib, di mana manusia tidak bisa memakan makanan mentah seperti dulu, sampai ke perubahan postur tubuh.

Memasak secara tidak langsung sudah mempengaruhi nutrisi manusia saat itu, sehingga lambat laun, keturunan mereka lahir dengan postur yang lebih kecil, gigi dan rahang yang kecil, dan otak yang lebih besar dengan kapasitas yang besar pula. Manusia jenis ini disebut sebagai Homo erectus, manusia semi sempurna–seperti manusia era sekarang. (*)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini