BerandaTeknologiAlasan Pluto Bukan Lagi Planet

Alasan Pluto Bukan Lagi Planet

- Advertisement -spot_img

suaraindo.com, Jakarta – Pluto sempat menjadi salah satu planet di Tata Surya meski ada perubahan pada 2006. Apa yang membuatnya kehilangan status itu?

Tata surya, seperti yang sempat digaungkan di buku-buku pelajaran IPA masa lalu, memiliki sembilan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dengan Pluto yang terjauh.

Namun, pada tahun 2006, Pluto dikeluarkan dari definisi sebuah planet. Namun siapa sangka, seorang ilmuwan NASA mengatakan benda antariksa itu masih sebuah anggota dari planet-planet di Tata Surya kita pada tahun 2019 lalu.

Jim Bridenstine, seorang administrator NASA adalah orang yang berpendapat bahwa Pluto masih termasuk planet dalam Tata Surya. Dirinya menyatakan dukungan terhadap Pluto sebagai sebuah planet.

“Asal tahu saja, dalam pandangan saya, Pluto adalah sebuah planet. Anda bisa menuliskan, seorang Administrator NASA menyatakan Pluto (jadi) sebuah planet lagi. Saya bertahan dengan hal itu, begitulah cara saya mempelajarinya, dan saya berkomitmen untuk itu,” katanya seperti dilansir dari Science Alert.

Namun jelas, pernyataan Bridenstine tidak serta merta mengubah status Pluto. Karena butuh penelitian lebih lanjut terkait dengan hal ini.

Seperti kita ketahui, Pluto telah dikeluarkan dari planet di Tata Surya pada Agustus 2006 melalui Persatuan Astronom Internasional (IAU). Sejak saat itu didefinisikan apa itu planet, termasuk planet kerdil.

Sebelum itu, belum ada definisi resmi dari benda-benda ini, yang menciptakan masalah ketika astronom Mike Brown dari California Institute of Technology dan rekannya menemukan benda yang tampaknya lebih besar dari Pluto. Objek ini kemudian ditunjuk sebagai planet kerdil, dan dinamai Eris.

Alasan Pluto Sempat “Dihilangkan”

Pluto sempat dikeluarkan dari definisi sebuah planet karena benda langit yang berada di Sabuk Kuiper itu memiliki orbit yang tidak bersih. Selain itu, juga ditemukan objek-objek di sekitar Tata Surya yang berukuran relatif sama dengan Pluto.

Namun sejumlah ilmuwan terus membela keberadaan Pluto sebagai planet. Seorang astronom planet Alan Stern, pemimpin misi New Horizon NASA, telah menyuarakan kekecewaannya dengan keputusan penghapusan Pluto dari kelompok planet.

“Kesimpulan saya adalah bahwa definisi IAU tidak hanya tidak dapat bekerja dan tidak dapat dicapai, tetapi juga secara ilmiah memiliki cacat dan bertentangan secara internal sehingga tidak dapat dipertahankan dengan kuat terhadap klaim kecerobohan ilmiah,” tulisnya pada bulan September 2006 .

Bahkan, awal tahun 2021, dia berdebat dengan Ron Ekers dari IAU, membela status planet Pluto. (*)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini