Aksi KSPI dikawasan Patung Kuda, Jakarta

Aksi KSPI Kawal Judicial Review UU Cipta Kerja di MK

Suaraindo.com, Jakarta – Puluhan massa yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (18/1/2021).

Ketua Departemen Media dan Komunikasi Kahar S Cahyono mengatakan KPSI aksi ini terdiri dari perwakilan saja, rencananya aksi ini akan membawa ribuan buruh saat pembacaan putusan judicial review Omnibus Law UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, akan ada aksi besar-besar saat pembacaan putusan.

“Nanti begitu saat final, saat putusan akan dibacakan tentu saja kami sudah mempersiapkan untuk melakukan aksi besar-besaran. Tidak hanya perwakilan seperti saat ini tapi juga melibatkan puluhan ribu buruh seperti yang biasa bisa kita lakukan,” ujar Kahar.

Kahar sendiri belum tahu secara pasti kapan jadwal putusan tersebut dibacakan. Kahar memperkirakan pembacaan putusan akan digelar satu hingga dua bulan ke depan.

Baca juga : Begini Cara Lapor Keluhan dan Layanan Listrik Tanpa Pulsa Via Aplikasi New PLN Mobile

“kita berharap dalam satu-dua bulan ke depan ketika putusan Mahkamah Konstitusi dibacakan COVID-19 sudah mulai mereda sehingga kami bisa melakukan aksi besar-besaran,” katanya.

Dia meminta MK profesional dalam memutus judicial review Omnibus Law UU Cipta Kerja. “Kita kita ingin memberikan pesan sekali lagi kepada Mahkamah Konstitusi agar tidak main-main untuk memeriksa, mengadili perkara judicial review yang kami ajukan,” katanya.

Aksi yang digelar KSPI pada pukul 10.00 WIB itu sebagai bentuk penolakan buruh terhadap UU Cipta Kerja. Menurut Kahar, UU Cipta Kerja terdapat berbagai masalah.

“Aksi ini sebagai bentuk perlawanan, sebagai bentuk sikap dari KSPI yang ingin menegaskan kembali bahwa Undang-Undang Cipta Kerja adalah undang-undang yang tidak dikehendaki oleh kaum buruh. Ada banyak permasalahan di sana mulai dari upah minimum, pesangon, PHK yang dipermudah, adanya beberapa sanksi pidana yang dihilangkan, dan berbagai macam lagi yang dianggap merugikan oleh kaum buruh,” ujar Kahar. (tp)

Tentang Dean Adhitama

Harap cek kembali

Begini Perintah Kapolri Kepada Kapolda Baru

Suaraindo.com, Jakarta-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan dan kenaikan pangkat perwira …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *