BerandaNasional18 Tahun Lalu, Indonesia Raih Piala Thomas Terakhirnya

18 Tahun Lalu, Indonesia Raih Piala Thomas Terakhirnya

- Advertisement -spot_img

Suaraindo.com, Denmark – Kemenangan Fajar Alfian dkk. atas China mengembalikan kedigjayaan Indonesia di ajang Piala Thomas. Masuk final untuk kali pertama sejak 2016, Indonesia pun mengakhiri paceklik gelar sepanjang 19 tahun.

Tunggal kedua Indonesia Jonatan Christie meraih kemenangan atas Li Shi Feng 21-14, 18-21, 21-14 di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu malam WIB, memastikan Indonesia tampil sebagai juara Piala Thomas 2020.

Gelaran Piala Thomas 2020 seharusnya dihelat pada tahun lalu, tetapi pandemi Covid-19 memaksa ajang perebutan supremasi bulutangkis dunia ini ditunda pelaksanaanya.

Tampilnya Indonesia sebagai kampiun di edisi pandemi covid-19 ini kembali mempertegas dominasi Indonesia di Piala Thomas,

Terhitung sejak pertama kali digelar, Indonesia menjadi negara yang paling banyak merengkuh Piala Thomas dengan 14 kali gelar juara. China menyusul dengan 10 gelar. Malaysia yang di awal penyelenggaraan mendominasi menjadi juara sebanyak 5 kali. Sementara itu, Denmark dan Jepang sama-sama baru meraih 1 gelar juara.

Jonatan Christie mengatakan Piala Thomas yang dimenangkan Skuad Garuda dipersembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Indonesia keluar sebagai juara dan berhak memboyong Piala Thomas setelah mengalahkan China 3-0 pada laga final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu malam WIB.

Para pemain yang turut menyumbang angka kemenangan untuk Indonesia malam itu, di antaranya tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, serta ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami persembahkan kemenangan dengan merebut kembali Piala Thomas untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, pengurus PBSI dan para pecinta bulu tangkis Indonesia,” kata Jonatan dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Jonatan Christie, yang tampil di partai ketiga itu menundukkan Li Shi Feng dalam tiga gim 21-14, 18-21, 21-14, dan sekaligus memastikan kemenangan Tim Merah Putih.

“Tadi saya bermain baik, meski di gim kedua sempat kalah. Di gim kedua saya sudah berusaha mengejar, namun sudah terlambat. Tapi di gim ketiga saya bangkit dan berjuang lagi,” ujar Jojo.

Sementara itu, Kapten Tim Thomas Indonesia Hendra Setiawan secara khusus mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekannya yang telah berjuang hingga memboyong Piala Thomas.

“Terima kasih kepada pemain yang telah berjuang. Terima kasih kepada pelatih dan tim pendukung yang telah bekerja kompak hingga kita juara. Keberhasilan ini berkat kebersamaan dan kekompakan tim,” ungkap Hendra.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky menambahkan kemenangan Tim Indonesia merebut Piala Thomas bukan hanya hasil dari kerja keras seluruh pemain beserta tim pelatih, tetapi juga atas kuasa Tuhan.

“Yang pasti, pemain, pelatih, kita semua sudah berusaha keras dan bertanding penuh semangat. Tapi kemenangan ini juga karena kuasa Tuhan. Kalau Tuhan sudah berkehendak, tidak ada yang tidak mungkin,” pungkas Rionny. (tp)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
- Advertisement -spot_img
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here